Rabu, 12 Desember 2012

BERITA TERBARU KIAMAT 12/12/2012



Percaya kepada hari akhir adalah sebuah keyakinan mendasar yang begitu pentingnya bagi seorang muslim, sehingga di usia dini kita telah jauh-jauh ditanamkan keyakinan atasnya. Sebuah ketetapan hati yang diam-diam disematkan oleh orang tua, oleh ’Pak Kyai/ Ibu Nyai’ di surau-surau kecil dan tua, atau guru TK/SD/TPA kita di masa yang tahu-tahu telah menjadi silam. Ternyata waktu telah mengantarkan kita kepada sebuah titik yang semakin menjauh dari titik start. Dan sejatinya itu berarti semakin mendekat kepada garis finish : UJUNG WAKTU. Entah itu kapan dan dimana kita kan menemuinya, hanya Sang Pemilik waktu itu sendiri yang menyimpannya rapat dalam genggamanNya. Tanpa bisa kita memohon penundaan meski hanya sekejap saja.

Dan di hari ini, saya ingin sejenak membahas salah satu rukun Iman yang di masa kecil saya dulu, mungkin baru sampai pada tahap sebatas hafalan. Sebuah pengetahuan yang jujur saja, dulu lebih bertujuan untuk mendapatkan nilai baik dalam pelajaran agama Islam. Rukun iman itu adalah :

1. Iman kepada ALLAH

2. Iman kepada malaikat-malaikat ALLAH

3. Iman Kepada Kitab-kitab ALLAH

4. Iman Kepada Rasul-rasul ALLAH

5. Iman kepada hari Kiamat

6. Iman kepada Qada dan Qadar

Seiring dengan bertambah baiknya fungsi nalar manusia, memang semestinya kita tidak berhenti pada hafalan, tapi bisa lebih mengerti dan memahami makna lebih jauh yang terkandung di dalamnya.

Maka terkait dengan RAMALAN sebagian manusia tentang HARI KIAMAT yang akan terjadi pada hari ini, 12 Desember 2012, di edisi tulisan ini saya ingin sedikit membahas tentang Rukun Iman yang ke 5 yang adalah Iman ( yakin ) kepada hari kiamat.

”…Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan hari kemudian (kiamat), maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (An-Nisaa’ :136).

Hari Kiamat, adalah hari dimana kehidupan di alam semesta akan berakhir.  Dan karena berita ini jelas secara terang benderang disebutkan berkali-kali dalam Al-Quran yang merupakan petunjuk hidup bagi umat manusia, maka tidak ada pilihan bagi kita untuk WAJIB MEYAKINInya.

Seperti apakah hari kiamat itu ? Allah telah menjelaskan gambaran kedasyatannya antara lain sbb :

QS Al Qoriah 1-5

1. Hari kiamat. 2. Apakah hari Kiamat itu? 3. Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? 4. Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran. 5. dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.

QS Al Zalzalah 1-5

1. Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan (yang dasyat). 2..dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya 3. dan manusia bertanya :”Mengapa bumi (jadi begini?” 4. Pada hari itu manusia menceritakan beritanya. 5. karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.

QS Al Infitor 1-3

1. Apabila langit terbelah. 2. dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan 3. dan apabila lautan dijadikan meluap

Begitu dasyat dan mengerikan memang. Peringatan ini adalah murni disampaikan Allah karena Dia menyayangi makhluknya.

Contoh kasus sederhana banyak kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Kita mungkin sering ”ngedumel’ atau ngomel-ngomel, atau bahkan yang bersumbu pendek jadi langsung meledakkan amarahnya jika tanpa sadar kita melalui sebuah jalan yang ternyata ujungnya buntu, atau sedang ada acara hajatan yang kita terpaksa harus balik. Sejuta perasaan dongkol sering kita alami karena kita merasa seperti masuk jebakan, sengaja atau tanpa sengaja. Kita akan berucap ”mbok ya dipasang tanda/ ditulis besar-besar di depan,biar ga seperti masuk jebakan gitu lho….ampuuun,ampuuuun!!”.

Itu tentu logika sangat sederhana. Jadi alangkah Allah SWT telah memperhitungkan segala sesuatunya. Sehingga memberikan peringatan dengan terang benderang, bahkan dengan jatah waktu yang sangat cukup seharusnya untuk kita bersiap diri.

Apakah kita masih berani mengatakan bahwa Allah SWT senangnya mengancam?

Jangan lupakan, bahwa Dia pun telah membuat banyak janji manis bagi siapa pun kita yang mampu berjuang mengikuti petunjuknya. Janji-janji yang pasti kan ditepati. Yaitu balasan surga-surga yang penuh kenikmatan, kedamaian tanpa akhir yang disediakan, dengan menyediakan PELUANG YANG SAMA bagi setiap manusia. Tanpa batas pendidikan, suku, bahasa, dan status sosial apapun. Hanya dengan memenuhi syarat IMAN dan TAQWA. Tentu dengan penjabaran yang lebih detail yang pun telah dijelaskan melalui ayat-ayatNya.

Lalu kapankah Hari Kiamat itu tiba?

Setidaknya KITA BISA BERSIAP DIRI. Agar hari itu kita tidak sedang melakukan korupsi, tidak sedang melawan pada orang tua atau pun suami, tidak sedang membohongi teman. Tidak sedang melakukan mark-up harga pada Purchase Order yang kita berikan pada supplier/vendor. Tidak sedang ’bolong’ shalat 5 waktunya. Tidak sedang mengkhianati teman. Tidak sedang melanggar janji-janji yang terlanjur keluar dari mulut karena begitu mudah ia meluncur begitu saja. Tidak sedang mengurangi timbangan / berlaku curang pada pembeli. Tidak sedang ’menekan’ pihak lain untuk kepentingan keuntungan pribadi atau golongan. Tidak sedang dalam tahap rekayasa agar kitalah sebagai pemenang tender dalam sebuah pekerjaan. Termasuk sudah membayar lunas hutang puasa, hutang janji, hutang zakat, dst…..

Karena Allah lebih tahu apa yang dipikirkan dan apa yang kita ingin pertanyakan, maka jauh-jauh Allah telah menjawab pertanyaan itu dengan jawabanNya :

”Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang. Aku merahasiakan (waktunya ) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang telah ia usahakan. QS Thaha ; 15

Jadi menurut kacamata saya sebagai orang awam tentunya, tak peduli kapan KIAMAT BESAR akan tiba. Kita memang hanya punya pilihan ’TERUS BERSIAP DIRI’. Karena KIAMAT KECIL berupa kematian itu pun adalah sesuatu yang pasti datangnya.

Beruntunglah bagi kita yang telah merasakan pukulan hebat dan tamparan keras atas KEMATIAN orang-orang terdekat, karena sensasinya akan mampu meluruhkan seluruh keangkuhan diri. Ia mampu membuat kita seperti terdampar di sebuah pulau asing tak berpenghuni. Kesepian yang menjadikan kita ketakutan. Di sanalah kita akan tahu, bahwa hanya Allah tempat kita bersandar, Dia adalah sebaik-baik pelindung, dan Dia pula sebaik-baik penjaga. Dia tak pernah meninggalkan kita, sedetik pun juga.

Semoga kita senantiasa dapat menjaga hati dan pikiran, bahwa dunia bukanlah cita-cita tertinggi. Waktu dan kesehatan adalah harta tak ternilai yang seharusnya menjadi MODAL bagi kita untuk mengumpulkan bekal untuk pulang.

Semoga kita semua mampu memanfaatkan modal awal yang diberikanNya. Sesuai dengan tujuan penciptaan manusia di muka bumi ini, yang adalah untuk beribadah kepada Sang Pencipta. Yaitu Allah SWT, Tuhan sekalian alam. Amien YRA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar