Kamis, 13 Desember 2012

ASKEP NYERI PADA SENDI PADA LANSIA ( GERONTIK )


BAB 3

TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA “ KLIEN NY. ZN “
DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN RASA NYAMAN
NYERI PADA PERSENDIAN DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA
“ SEJAHTERA “ PANDAAN
OLEH : SUBHAN

Tanggal Pengkajian     :   10 Maret 2003

A.        Data Biologis
Nama                                :    Mbah .Zn
Tempat, tanggal lahir        :    Madura, 1928
Pendidikan                        :    Tidak sekolah, 
Agama                              :    Islam
Status Perkawinan            :    Janda
TB/BB                              :    140 cm / 38 kg.
Penampilan                       :    Berdandan dan rapi, mampu menggunakan pakaian sesuai dengan ketentuan. Rambut tersisir rapi, sebagian besar warna putih, jalan membungkuk dan perlahan - lahan.
Ciri tubuh                          :    Badan kurus, rambut banyak warna putih panjang di konde, wajah bulat lonjong, kulit sawo matang.
Alamat                              :    Menghuni PSTW Wisma Cendana.
Orang terdekat yang
dapat dihubungi                :    Jazinih
Hubungan dengan usila    :    Adik kandung
Alamat                              :    Wonokerto Bantur


B.        Riwayat Keluarga
a.       Genogram

C.        Riwayat Pekerjaan
Pekerjaan saat ini :
Di    Panti    menyetrika pakaian salah seorang pegawai panti dengan upah
Rp. 10.000 / bulan
Pekerjaan sebelumnya :
Sebelum masuk PSTW bekerja sebagai wiraswasta membuat jajan kemudian dimasukkan di warung – warung kecil.

D.        Riwayat Lingkungan Hidup
Sebelum di PSTW klien tinggal dengan keluarga di Lombok Barat, tetapi setelah meninggal klien pendah ke Malang dan minta tolong kepada salah seorang rekannya untuk memasukkannya ke Panti Jompo “ Sejahtera “ Pandaan.
Sekarang tinggal di panti jompo “ Sejahtera “ di wisma Cendana dengan kapasitas 8 orang, dengan luas kamarnya kira – kira 3 x 3 m persegi dihuni oleh 2 orang, lantai kamarnya cukup bersih, cahaya dan ventilasi cukup, kebersihan ruangan baik.

E.     Riwayat Rekreasi
Pada saat sekarang klien rekreasi mengisi waktu dengan cara menonton televisi bersama dengan teman – teman sewisma.
F.         Sistem Pendukung
Adanya perawat Ny. Emy yang setiap hari datang memberikan pelayanan kesehatan dan menyediakan peralatan dengan obat-obatan sederhana. Dokter puskesmas Pandaan setiap hari jum’at melakukan pemeriksaan kesehatan. PSTW “Sejahtera” juga kerja sama dengan RSU Pasuruan apabila memerlukan rujukan kesehatan untuk penghuni di panti, jarak dengan rumah sakit + 3 km.
Makanan setiap hari disediakan didapur PSTW dan diantarkan ke wisma siap saji oleh petugas 3 kali sekali (sesuai dengan daftar menu), snack tambahan  diberikan 2 hari sekali.
Perawatan sehari-hari apabila klien mengeluh melapor ke perawat dan perawat memberikan obat-obat sesuai saran dokter yang tercatat di KMS usia lanjut.

G.       Diskripsi Kekhususan
Kebiasaan klien melaksanakan sholat 5 waktu dan mendengarkan ceramah agama.
H.        Status Kesehatan
-                      Status kesehatan kira – kira 6 bulan yang lalu klien menderita gatal – gatal seluruh badan tetapi saat ini gatalnya sudah hilang.
-                      Perasaan pegal dan linu pada persendian dirasakan kira – kira 2 tahun yang lalu sampai sekarang.

H1.  Keluhan utama yang dirasakan sekarang :
-          Adanya perasaan pegal dan linu pada persendian
·         Provokative / paliative
Pegal dan linu dirasakan pada saat udara dingin.
·         Quality / Quantity
Apabila saat serangan kadang pasien tidak dapat berjalan.
·         Region
Persendian kaki tidak dapat digerakkan.
·         Timing
Serangan pada waktu malam dan pagi hari.
H2.  Pemahaman dan penatalaksanaan  masalah kesehatan
Klien mengatakan apabila terserang penyakit ini, klien hanya mengolesi persendiannya menggunakan balsem cap singa dan minta suntik pada petugas kesehatan yang ada di PSTW
H3.  Penyakit yang pernah diderita
Menurut klien ia tidak pernah menderita penyakit :
-          Hypertensi
-          Asthma
-          Kencing manis.
I.           Aktivitas Hidup Sehari-Hari (ADL)
1.      Indeks Katz
Klien mempunyai indeks kemandirian pada aktivitas sehari-hari dengan skore A yaitu mampu dan mandiri dalam melakukan makan, BAB dan BAK, mandi, berpakaian mencuci pakaian dan pindah dari satu tempat ke tempat lain.
2.      Oksigenasi
Klien bernapas dengan bebas, tidak membutuhkan bantuan alat pernapasan.
3.      Cairan dan elektrolit
Klien minum air putih secukupnya dan teh manis sehari satu gelas. Tidak ditemukan keluhan kekurangan cairan dan elektrolit.
4.      Nutrisi
Klien makan tiga kali sehari dengan menu yang disediakan dipanti sesuai daftar menu. Klien mengatakan tidak bisa makan banyak, satu piring kecil setiap kali makan dan tidak senang dengan sayur / kuah.
5.      Aktivitas
Klien setiap hari menyetrika pakaian, membersihkan ruangannya dan setiap hari kamis membersihkan rumput di kuburan dan hari Jum’at membersihkan Mushalla.
6.      Eliminasi
BAB 1-2x sehari, BAK sering khususnya malam hari 4-5 kali, masih bisa menahan / mengontrol kencing.
7.      Istirahat dan tidur
Klien  tidur pukul 20.00 – 01.00 wib sedangkan pada siang hari klien tidak dapat tidur siang.
8.      Personal Hygiene
Klien masih mampu mandi 2-3 kali sehari, mencuci pakaian, merapikan tempat tidur sendiri.
9.      Seksual
Klien merasa sudah tua tidak memikirkan kebutuhan seksual, inginnya cucu atau keluarga masih mau menengok / menjenguk di PSTW.

10.  Psikologis
Persepsi klien  :    sesuai dengan kondisi dirinya dan menerima keadaan semakin tua tak mampu bekerja
Konsep diri     :    klien merasa memiliki usia paling tua diantara klien lain sewisma.
Emosi              :    Terkesan stabil
Adaptasi          :    klien mampu beradaptasi dengan lingkungannya.
Mekanisme pertahanan diri   :
                             apabila mengeluh sakit segera minta bantuan pada perawat PSTW “Sejahtera”.

J.          Tinjauan Sistem
Kesehatan umum
Kondisi lemah, masih mampu menggunakan pakaian dan mandi sendiri, badan kurus, jika berjalan membungkuk pelan.
Tingkat kesadaran      :    komposmentis
Skala Coma Glasgow     :            verbal = 5, psikomotorr = 6, mata = 4 (jumlah = 15)
Tanda-tanda vital       :    pols, 78x/mnt, temp 37°C, RR=24x/mnt,
                                        tensi 140/80 mmHg
1.        Kepala          :           rambut putih, panjang sampai punggung, digulung.
 Tidak ada benjolan, bentuknya simitris
2.        Mata, telinga, hidung
-          Mata, masih dapat melihat terang dengan jarak dekat, tetapi kalau jauh agak kabur dan tidak memakai kacamata.
-          Telinga, ada gangguan pendengaran.
-          Hidung bersih, masih dapat membedakan makanan yang basi atau tidak basi.
3.        Leher, tidak terdapat pembesaran kelenjar gondok, tidak tampak vena  yugolaris.
4.        Dada dan punggung
Dada, mamae mengecil pernapasan menggunakan otot dada, bentuknya simitris. Pada auskultasi tidak terdapat wheezing dan ronchi, denyut jantung teratur, pada perkusi terdengar sonor.
Punggung, membungkuk tidak terdapat benjolan.
5.        Abdomen dan pinggang
-          Abdomen bentuknya serasi tida terdapat bekas luka operasi auskultasi bunyi bising usus (+), palpasi tidak ada pembesaran hepar dan lien, tidak ada nyeri tekan.
-          Pinggang masih dapat digerakkan bebas tidak ada keluhan.
6.        Ekstrimitas atas dan bawah
Ekstrimitas atas / bawah, bentuk simitris, dapat digunakan bebas, tetapi pada daerah persendian kadang tejadi pegal dan linu.
7.        Sistim immune
Klien tidak pernah mendapat immunisasi.
8.        Sistem reproduksi
Klien pernah menikah 1x tetapi tidak pernah hamil dan tidak mempunyai anak. Sekarang sudah menopaus, tidak ditemukan keluhan penyakit pada sistim reproduksi.
9.        Genetalia : tidak dikaji
10.    Sistim persyarafan
Sentuhan dan perabaan kulit masih normal, dengan sentuhan benda tumpul atau benda tajam masih dapat dibedakan.
11.    Sistim pengecapan
Klien masih dapat membedakan rasa asin, manis atau masam dan pahit.
12.    Sistim penciuman
Klien dapat membedakan bau harum, bau busuk
13.    Tactil respon
Saat dicubit klien dapat segera menoleh dengan cepat


K.       Status Kognitif / Afektif / Sosial
1.      Skort Portable Mental Status Questionaire (SPMSO)
Fungsi intelektual utuh dengan jumlah kesalahan SPMTQ = 2
2.      Mini Mental State Exam  : Tidak dikaji
3.      Intervensi depresion beck  : Tidak dikaji
4.      APGAR keluarga tidak dapat dikaji


ANALISA DATA


Data (Syntom)
Etiologi
Masalah
DS :

DO:
Klien mengatakan persediannya terasa nyeri kalau cuaca dingin
Nyeri tekan pada daerah persendian
Proses menua
â
Terjadinyapenurunan fungsi tubuh
â
Gangguan muskuloskeletal
â
Gangguan rasa nyaman nyeri
Ganggauan rasa nyaman nyeri pada persendian
DS :


DO:
Klien mengatakan pendengarannya berkurang

Perawat ngomong dengan suara kecil klien tidak mendengar

Proses menua
â
Terjadinyapenurunan fungsi tubuh
â
Gangguan fungsi pendengaran

Resiko terjadinya cidera









Diagnosa keperawatan
1.       Gangguan rasa nyaman nyeri pada persendian berhubungan dengan / gangguan sistem muskuloskletal
2.       Resiko tinggi terjadinya cidera berhubungan dengan penurunan sistem pendengaran

Rencana Keperawatan
1.      Diagnosa Keperawatan 1 : Gangguan rasa  nyaman nyeri pada persendian berhubungan dengan  penurunan / gannguan sistem muskuloskeletal
Tujuan : Rasa nyeri pada persendian dapat berkurang
Kriteria :
-          Klien dapat mengungkapkan rasa nyeri pada persendian berkurang
-          Klien dapat rileks dan perlahan – lahan akan mampu berdiri sendiri.
Intervensi dan Rasional.
  1. Kaji keluhan nyeri, catat lokasi nyeri dan intensitas. Catat faktor yang memperberat / mempercepat tanda – tanda nyeri.
R/        Membantu dalam menentukan managemen nyeri
  1. Biarkan klien mengambil posisi yang nyaman pada waktu istirahat ataupun tidur.
R /       posisi yg tepat akan membantu mengurangi rasa nyeri, membatasi nyeri
  1. Anjurkan pasien untuk mandi menggunakan air hangat.
R/        Hangat dapat meningkatkan relaksasi otot dan mobilitas, menurunkan rasa sakit dan kekakuan sendi
  1. Anjurkan klien menggunakan alas kaki di wisma
R/        Menghindari rasa dingin akibat bersentuhan dengan lantai (konduksi)
  1. Berikan massage lembut menggunakan balsem pada persendian.
R/        Meningkatkan relaksasi / mengurangi ketegangan otot.




2.      Diagnosa keperawatan 2 : Resiko tinggi terjadinya cidera berhubungan dengan penurunan sistem pendengaran.
Tujuan       :           Klien terhindar dari cidera
Kriteria      :           Klien berada pada lingkungan yang aman
Intervensi dan Rasionalisasi :
  1. Kaji keluhan adanya gangguan sistem pendengaran
R/        Membantu dalam menentukan seberapa jauh gangguan dalam mendengar
  1. Berikan sentuhan lembut pada saat  komunikasi
R/        Klien merasa diperhatikan / diajak berkomunikasi
  1. Keraskan suara pada saat berkomunikasi dengan klien
R/        Klien dapat mendengarkan walaupun samar – samar.
  1. Anjurkan klien apabila berjalan memperhatikan lingkungan
R/        Klien dapat terhindar dari cidera.
  1. Anjurkan klien untuk menggunakan alat bantu apabila memungkinkan
R/        Membantu pendengaran

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI


Tanggal
Implementasi
Evaluasi
12–3- 2003
  1. Mengkaji keluhan dan lokasi nyeri
Hasilnya :
Klien mengatakan adanya rasa nyeri pada persendian.
  1. Menganjurkan klien mandi menggunakan air hangat.
Hasilnya :
Klien mengiyakan tetapi merasa kesusahan karena kondisi untuk mengambil air hangat tidak ada.
  1. Menganjurkan klien untuk menggunakan alas kaki apabila berada di wisma
Hasilnya :
Klien menyanggupi tetapi adanya rasa sungkan terhadap teman – teman sewisma.
  1. Menganjurkan klien untuk menggunakan balsem untuk massage apabila nyeri ada.
Hasilnya :
Klien sudah menggunakannya
  1. Memberikan sentuhan lembut kepada klien pada saat berkomunikasi.
S: Klien masih mengatakan                                     
     Adanya rasa nyeri pada
      Persendian.
   : Klien masih mengeluh
      adanya gangguan
      pendengaran.
O : Klien apabila bangun
       Dari tempat duduknya
       Secara perlahan – lahan
A : Masalah belum teratasi
P :  Lanjutkan intervensi :
      b c, d dan e

CATATAN PERKEMBANGAN



TANGGAL
PERKEMBANGAN
15 – 3 – 2003
S : Klien masih mengeluh adanya rasa nyeri pada persendian
    : Klien masih mengeluh adanya gangguan pendengaran
    : Klien mengatakan ingin mati saja
O : Klien melakukan kegiatan sehari – hari dengan  setrika 
    : Klien berjalan secara perlahan – lahan
A : Masalah klien belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi b, c, d dan e
   : Anjurkan kepada klien untuk banyak berdoa kepada Allah
   : Anjurakan klien senam apabila memungkinkan
   : Anjurkan klien untuk berjemur di matahari pagi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar