Senin, 08 April 2013

PENGENALAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL / KONSELING




1.1 JENIS KOMUNIKASI
KOMUNIKASI MASSA
”Penyampaian pesan dari seseorang kepada sekelompok besar orang bersama sebagian masyarakat”
Misal : - Pidato kampanye
- Khotbah

KOMUNIKASI INTRAPERSONAL
”Penyampaian pesan seseorang kepada dirinya sendiri”
Misal : - Berbicara dalam hati

KOMUNIKASI KELOMPOK (bagian kelompok)
”Salah satu komunikasi interpersonal menyangkut komunikasi seseorang dengan beberapa orang lainnya. Kelompok kecil adalah  kelompok yang terdiri dari 3–10 orang masing-masing menyadari keberadaan anggota lainnya, mereka memiliki minat yang sama dan bekerja sama untuk suatu tujuan.

”komunikasi interpersonal”







”Interaksi orang ke orang bersifat 2 arah, secara verbal and nonverbal”.

1.2 PROSES KOMUNIKASI INTRAPERSONAL
Adalah suatu proses 2 arah, lingkaran interaksi dan pihak-pihak yang berkomunikasi sehingga bertukar pikiran pesan secara verbal. Ke dua pihak menjadi pengirim maupun penerima pesan model komunikasi interpersonal memfokuskan kepada diri individu masing-masing dan pesan-pesan yang sekarang dipertukarkan. Perubahan interprestasi pada komunikasi interpersonal terjadi karena :
- Di pengaruhi karakteristik dan tujuan dari masing-masing individu
- Konteks budaya
- Penempatan pertanyaan dalam pertukaran tingkah laku verbal dan non verbal.
- Sejarah hubungan antara individu yang terlibat.

1.3 PENGENALAN KONSELING
Konseling adalah proses pemberian bantuan seseorang terhadap orang lain dalam membuat suatu keputusan atau memecahkan suatu masalah melalui pemahaman terhadap faktor-faktor harapan , kebutuhan dan perasaan klien Kx.
Proses konseling terdiri dari 4 unsur kegiatan :
1. Pembinaan hubungan balik
2. Penggalian informasi (identifikasi, masalah, kebutuhan, perasaan, kekuatan diri) dan pemberian informasi (sesuai kebutuhan)
3. Pengambilan keputusan, pemecahan masalah, perencanaan
4. Menindak lanjut pertemuan
Jalannya proses konseling sangat tergantung pada alur percakapan konselor Kx.
Suatu komunikasi interpersonal belum tentu merupakan suatu konseling tapi suatu selalu merupakan komunikasi interpersonal.

1.4 HAMBATAN-HAMBATAN DALAM KIP / K
1. FAKTOR INDIVIDU
Faktor yang dibawah seseorang dalam melakukan interaksi. Orientasi ini merupakan gabungan dari :
Faktor Fisik : - Kepekaan panca indera
- Usia
- Gender
Sudut pandang : - Nilai-nilai
Faktor sosial, sejarah, keluarga, relasi, jaringan sosial, peran dalam masyarakat, status sosial, peran sosial.
Bahasa
2. FAKTOR-FAKTOR YANG BERKAITAN DENGAN INTERAKSI
- Tujuan dan harapan terhadap komunikasi
- Sikap terhadap interaksi
- Pembawaan diri seseorang terhadap orang lain (kehangatan, perhatian, dukungan)
3. FAKTOR SITUASIONAL
Percakapan di pengaruhi oleh kondisi lingkungan, situasi percakapan kesehatan antara bidan dan Kx akan berbeda dengan situasi percakapan antara polisi dengan pelanggar lalu lintas.
4. KOMPETENSI DAN MELAKUKAN PERCAKAPAN
Agar efektif suatu interaksi harus menunjukkan perilaku kompeten dari kedua belah pihak keadaan yang dapat menyebabkan putusnya komunikasi antara lain :
- Kegagalan menyampaikan informasi penting
- Perpindahan topik bicara yang terlancar
- Salah pengertian
Tujuan :
Pengenalan komunikasi interpersonal / konseling :
1. Mengidentifikasikan dan menjelaskan tentang proses komunikasi iterpersonal (KIP)
2. Menjelaskan pengertian dan proses konseling
3. Menjelaskan faktor-faktor yang menghambat proses KIP/K
4. Menyebutkan 3 alasan pentingnya KIP/K
PEMAHAMAN DIRI

1. TUJUAN PEMAHAMAN DIRI
- Untuk mengetahui dan mengenal siapakah diri kita !
- Apakah persepsi anda dengan orang lain terhadap diri sendiri sama ?
Tujuan pengenalan dan pemahaman diri
- Memahami diri
- Menjelaskan pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang harus dimiliki bidan sebagai konseling
- Memahami pengaruh pemahaman diri terhadap proses KIP/K
2. PEMAHAMAN DIRI
Terdiri dari 3 aspek yaitu :
1.1 Aspek kognitip (Pengetahuan)
- Pengertian tentang kesehatan
- Pengertian tentang ilmu kebidanan dan kandungan
- Pengertian tentang masalah yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan dan pasca persalinan, dengan upaya pencegahan serta penatalaksanaannya
- Pengetahuan dan keyakinan tentang adat-istiadat, norma
- Pengetahuan tentang alat metode kontrasepsi
- Pengetahuan tentang hubungan antar manusia
- Pengetahuan tentang komunikasi interpersonal dan konseling
- Pengetahuan tentang psikologi
1.2 Aspek psikomotor (Ketrampilan)
- Terampil dalam membantu proses persalinan dan berbagai masalah kesehatan
- Terampil dalam menggunakan alat pemeriksaan tubuh manusia
- Terampil dalam melakukan komunikasi interpersonal dan konseling
- Terampil dalam menggunakan alat bantu visual untuk membantu pemberian informasi kepada Kx.
- Terampil dalam mengatasi situasi genting yang dihadapi Kx
- Terampil membantu Kx dalam membuat keputusan dan lain-lain
1.3 Aspek afektif (Sikap)
- Motivasi yang tinggi untuk menolong orang lain
- Bersikap ramah, sopan, santun
- Menerima Kx apa adanya
- Empati terhadap Kx
- Membantu dengan tulus
- Terbuka terhadap pendapat orang lain
dan lain-lain

CARL ROGERS :  agar konseling efektif ada 3 kualitas diri yang perlu dimiliki oleh seorang konselor :
a. E (EMPATY / EMPATI) : memandang dengan kerangka berfikir Kx berusaha memahami, dan befikir bersama Kx
b. A (AUTHENTIORY / OTENTIK atau congruence / kongruen / Qenueness : konselar tahu perasaan sendiri, memahami diri sendiri yang dialami dan dirasakan selaras dan berpura-pura)
c. R (UN CONDITIONAL PORITIP REGARD, menerima Kx apa adanya tanpa syarat, menghormati dan menghargai)










”KONSELING DALAM ASUHAN KEBIDANAN”

Asuhan kebidanan : merupakan penjabaran hubungan antara bidan dengan Kx dalam konteks pemberian bantuan dan pemenuhan kebutuhan Kx
1. PENGERTIAN
Konseling kebidanan untuk pertolongan dalam bentuk wawancara yang menuntut adanya komunikasi interaksi yang mendalam dan usaha bersama antara konselor (bidan) dengan konseling (Px) untuk mencapai tujuan konseling yang dapat berupa pemecahan masalah, pemenuhan kebutuhan atau perubahan tingkah laku atau sikap dalam ruang lingkup pelayanan kebidanan.
2. TUJUAN KOPNSELING KEBIDANAN
- Membantu Kx memecahkan masalah menanyakan keefektifan individu dalam pengambilan keputusan secara tepat.
- Membantu pemenuhan kebutuhan Kx meliputi menghilangkan perasaan yang menekan/mengganggu + mencapai kesehatan mental  yang positif.
- Mengubah sikap + tingkah laku yang negatif menjadi positif + yang merugikan Kx menjadi menguntungkan Kx.
3. LANGKAH DALAM KONSELING
- Pendahuluan
- Bagian inti/pokok
- Bagian akhir
4. FUNGSI KONSELING KEBIDANAN
- Fungsi pencegahan
- Fungsi penyesuaian
- Fungsi perbaikan
- Fungsi pengembangan
5. TEKNIK KONSELING


6. PRINSIP DASAR KETRAMPILAN KONSELING
”Hasil yang konseling kebidanan ”
Peningkatan kemampuan Kx dalam upaya mengenal masalah. Merumuskan alternatif pemecahan masalah dan menilai hasil tindakan secara tepat dan cermat.
Kx memiliki pengalaman dalam menghadapi masalah dan melaksanakan pemecahan masalah kesehatan di kemudian hari.
Munculnya kemandirian dalam pemecahan masalah kesehatan.

”PRINSIP DASAR KETRAMPILAN KONSELING”
Kemampuan menolong  Orla yang digambarkan dalam sejumlah ketrampilan yang digunakan oleh seseorang sesuai dengan profesional meliputi (Hapsan, 1978) :
- Pengajaran
- Nasihat + bimbingan
- Pengelolaan
- Konseling
TEKNIK KONSELING
- Teknik/pendekatan authoritarian/directive dalam proses wawancara konseling berpuasa pada konselor.
- Teknik/pendekatan non directive/consetel centred dalam pendekatan ini konseling diberi kesempatan untuk memimpin wawancara + memikul sebagian besar + tanggung jawab atas pemecahan masalahnya sendiri.
- Teknik/pendekatan edetic dalam pendekatan edetic konselor mengungkapkan cara yang dianggap baik/tepat diselesaikan dengan konseling + masalahnya.
”PENDEKATAN HOLISTIK”
pendekatan holistik merupakan pendekatan yang bersifat menyeluruh terhadap individu dalam kontak bio psikososial kultural dan spiritual.


KETRAMPILAN DASAR MENYIMAK
Ketrampilan menyimak merupakan dasar untuk dapat memperhatikan (ATTENDING) dapat menyebutkan berita ulang + menjelaskan pemahaman konselor/bidan serta dapat memberikan klasifikasi/verifikasi terhadap kebenaran persepsi penolong/konselor.
KETRAMPILAN MENYIMAK TERDIRI ATAS :
Menunjukkan perhatian :
1. Kontak yang biasanya dilakukan dengan mata (melihat, memandang)
2. Posture, sikap tubuh, misalnya dengan membungkuk ke arah Kx dengan santai.
3. Gesture, gerak tubuh sebagai saluran mengungkapkan perhatian terhadap Kx.
4. Verbal behavior, komunikasi dengan kata-kata
MEMPARAFRASEKAN (menyebut ulang berita Kx) tujuannya : menguji apakah pemahaman konselor benar + untuk menyatakan kepada Kx bahwa penolong sudah berusaha memahaminya.
CLARIFYNG bertujuan memperjelas bahan berita yang disampaikan oleh Kx.
PERCEPTION CHECKING oleh pengecek persepsi penangkapan/pemahaman terhadap berita bertujuan aktifitas oleh verifikasi kebenaran persepsi penolong. Biasanya mengenal beberapa pengaturan Kx.




Note :
- Pertanyaan tertutup jawabannya yes/no dan tidak ada penjelasan.
- Pertanyaan terbuka : tanya jawab dan ada penjelasan mengungkapkan suatu perasaan.

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Manusia pada hakekatnya adalah makhluk sosial, yang dalam kehidupan sehari0hari tidak bisa lepas dari kegiatan interaksi dan komunikasi. Komunikasi merupakan bagian integral kehidupan manusia, apapun statusnya di masyarakat. Sebagai makhluk sosial, kegiatan sehari-hari selalu berhubungan dengan orang lain dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup.
Kegiatan komunikasi selalu mendasari kegiatan yang lain termasuk kegiatan pelayanan kebidanan, komunikasi yang mendasari bidang pelayanan kebidanan dikenal dengan keputusan kebidanan. Komunikasi kebidanan terjadi antara bidan dengan klien. Sebagaimana klien selalu menuntut pelayanan yang paripurna, baik fisik maupun psikologis termasuk klien yang mengalami ketidakstabilan emosi selama proses adaptasi terhadap perubahan suatu status. Karena keadaan tersebut klien memerlukan pendampingan dan kedekatan dengan tenaga kesehatan yang salah satunya adalah bidan.
Komunikasi kebidanan merupakan faktor pendukung pelayanan kebidanan profesional yang dilaksanakan oleh bidan. Salah satu kompetensi bidan yang harus dimiliki adalah kemampuan berkomunikasi dalam pelayanan kebidanana. Kemampuan berkomunikasi akan mendasari upaya pemecahan masalah klien, mempermudah pemberian bantuan klien,  baik pelayanan medik maupun psikologi yang diberikan dengan pendekatan konseling.

1.2 Konseling Dalam Asuhan Kebidanan
Konseling kebidanan adalah pertolongan dalam bentuk wawancara yang memikat adanya komunikasi, interaksi yang mendalam dan usaha bersama antara konselor (bidan) dengan konseli (pasien) untuk mencapai tujuan konseling yang dapat berupa pemecahan masalah, pemenuhan kebutuhan, ataupun perubahan tingkah laku/sikap dalam ruang lingkup pelayanan kebidanan.
Fungsi konseling kebidanan
- Fungsi pencegahan
- Fungsi perbaikan
- Fungsi penyesuaian
- Fungsi pengembangan

B. Saran
1. Dalam melakukan komunikasi/konseling hendaknya seorang bidan jangan terlalu memaksakan suatu keputusan pada pasien.
2. Dengan komunikasi diharapkan dapat menciptakan suasana yang ramah dan hangat. Sehingga dapat terjadi interaksi antara bidan dan klien.
3. Pemberian komunikasi harus akurat dan bidan harus pintar dalam pemberian pesan/informasi yang dibutuhkan oleh pasien/klien.




BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan
Pengenalan Komunikasi Interpersonal/Konseling
Komunikasi interpersonal adalah suatu proses 2 arah, lingkaran interaktif dimana pihak-pihak yang berkomunikasi saling bertukar pesan secara verbal dan non verbal.
Konseling adalah proses pemberian bantuan seseorang kepada orang lain dalam membuat suatu keputusan/memecahkan suatu masalah melalui pemahaman terhadap fakta-fakta, harapan, kebutuhan dan perasaan klien.
Komunikasi terdiri dari :
- Komunikasi massa
- Komunikasi interpersonal
- Komunikasi intrapersonal
Pemahaman Diri
Pemahaman diri diumpamakan seperti 4 jendela :
- Diri terbuka
- Diri buta
- Diri tersembunyi/rahasia
- Diri gelap
Terdiri dari 3 aspek :
1. Aspek kongnitif (pengetahuan)
2. Aspek psikomotor (ketrampilan)
3. Aspek afektif (sikap)
Kualitas diri yang dimiliki oleh seorang konselor :
1. Empaty
2. Authenticity/congruence
3. uncoditional positif regard
BAB IV
PENUTUP


Alhamdulillah akhirnya saya dapat menyelesaikan tugas makalah komunikasi dan konseling dalam praktek kebidanan dengan judul ”Pengenalan Komunikasi Interpersonal/Konseling, Konseling Dalam Asuhan Kebidanan” , tanpa ada suatu halangan apapun. Saya juga sadar kalau makalah yang saya buat ini masih jauh dari sempurna. Saya juga mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun untuk perbaikan dalam pembuatan makalah selanjutnya.
Semoga makalah yang saya susun ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa Akbid Husada Jombang khususnya dan bagi masyarakat pada umumnya.



DAFTAR PUSTAKA


1. Lia Uripni, Cristina dkk, Komunikasi Kebidanan,EGC. Jakarta.
2. Tina Darmastuti, Amd.Keb, Materi Kuliah Komunikasi dan Konseling Semester II.




KATA PENGANTAR


Saya ucapkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang mana saya dapat menyelesaikan makalah tentang komunikasi dan konseling dalam praktek kebidanan yang mana makalah ini saya susun untuk menambah nilai tugas mata kuliah komunikasi dan konseling dan semoga makalah ini bermanfaat bagi yang membacanya dan dapat digunakan di kemudian hari, tentunya bagi saya dan pembaca. Di dalam makalah ini nanti akan dijelaskan tentang komunikasi dan konseling.
Oleh karena itu patut saya ucapkan terima kasih kepada yang bersangkutan.:
1. Ibu Tina, Amd.Keb selaku dosen mata kuliah
2. Semua rekan yang membantu
Selanjutnya saya harapkan makalah ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya.


Penyusun




KATA PENGANTAR


Puji syukur atas kehadirat Allah SWT, atas berkat rahmat-Nya dan hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah komunikasi konseling dengan judul ”PENGENALAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL/KONSELING DAN PEMAHAMAN DIRI”. Penyusunan makalah ini adalah untuk menambah nilai komunikasi dan konseling.
Dalam penyusunan makalah ini kami menyadari adanya kekurangan dan keterbatasan kami. Namun karena adanya bantuan dari berbagai pihak akhirnya semua ini dapat terlesaikan.
Oleh karena itu patut kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang bersangkutan :
1. Ibu Dra. Hj. Soelijah Hadi, M.Kes selaku Direktur Akbid Husada Jombang.
2. Semua rekan dan pihak yang telah memberi dorongan dan bantuan
3. Semua rekan dan pihak yang telah memberi dorongan dan bantuan.
Kritik dan saran dari rekan-rekan demi perbaikan pada pembuatan makalah ini sangat diharapkan.


Jombang, 06 Juni 2006
Penyusun



KATA PENGANTAR


Puji syukur kahadirat Tuhan YME atas berkat rahmat tauhid serta hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan ”Tugas Komunikasi Konseling” dengan judul ”Pengenalan Komunikasi Interpersonal/Konseling” penyusunan makalah ini bertujuan untuk menambah nilai komunikasi dan konseling.
Dalam penyusunan makalah ini saya menyadari adanya kekurangan dan keterbatasan saya. Namun dengan penuh keyakinan sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.
Oleh karena itu patut saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang bersangkutan :
1. Ibu Tina Darmastuti, Amd.Keb selaku dosen mata kuliah komunikasi konseling


Tidak ada komentar:

Posting Komentar